Sabtu, 15 Juni 2013

7 Hal Tidak Diketahui Tentang Seks Pasangan Menikah

7 Healthy Reasons to Have Sex — Tonight!
Kita semua tahu bahwa keintiman fisik penting dalam mengelola sebuah hubungan yang sehat serta menyenangkan, dan ketidakhadiran seks di antara pasangan mengisyaratkan tanda-tanda kelainan dan keterpisahan. Melalui beragam studi, peneliti menunjukkan bahwa lebih banyak seks pada pasangan menikah, mereka lebih berbahagia, dan semakin kecil kemungkinan mereka bercerai. 
Namun apa standar “normal” atau “rata-rata” bagi pasangan, dan bagaimana hal itu berubah ketika usia bertambah dan bergerak melalui beragam perubahan kehidupan, seperti memiliki anak? 

Oleh Tracey Gaughran-Perez

Para orangtua berusaha agar tetap seks tetap menarik

Sebuah studi pada 2012 mengungkapkan, pasangan yang menjadi orangtua memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan seks spontan (54 persen), seks di tempat-tempat yang berbeda (45 persen), dan menggunakan vibrator (34 persen), dibandingkan pasangan tanpa anak. Siapa bilang menikah dengan anak berarti masuk ke dalam kehidupan seks yang merosot?    

Seks itu penting

Menurut Durex Sexual Wellbeing Global Survey (2010), 60 persen responden mengatakan seks merupakan bagian vital dalam kehidupan. Namun, hanya 44 persen yang mengaku puas dengan kehidupan seks mereka.

Wanita bercinta untuk... alasan “menarik”

Sebanyak 84 persen wanita mengakui berhubungan seks dengan pasangan agar suami mau melakukan pekerjaan rumah. Ian Kerner, pakar seks dan hubungan yang bekerja dengan Woman’s Day pada sebuah statistik survei mengenai seks pada 2012, berkomentar bahwa “studi-studi menunjukkan wanita kemungkinan lebih tertarik dalam seks jika rumah dalam kondisi bersih, jadi hal ini seharusnya cukup memotivasi pria untuk mengambil tangkai pel dan juga mencuci piring.”

Frekuensi seks menurun seiring usia
Menurut Kinsey Institute, pasangan menikah rata-rata berhubungan seks 2,2 kali dalam sepekan pada usia 30 tahun, namun rata-rata hanya satu kali dalam sepekan pada usia 50.  

Pria lebih banyak orgasme dibandingkan wanita
Tidak mengejutkan, dan sangat disayangkan, bahwa studi yang sama menemukan fakta 91 persen pria dilaporkan orgasme saat hubungan seks terakhir mereka, dibandingkan hanya dengan 64 persen pada kelompok wanita. Mungkin hal ini menjelaskan mengapa hanya 44 persen wanita puas dengan kehidupan seks mereka? 

Cepat itu lumrah
Kinsey juga menemukan bahwa, sebagian besar kita, menganggap durasi tidaklah penting, karena sebanyak 65 persen seks pasangan menikah bertahan kurang dari lima menit. Saya tidak tahu dengan Anda, namun saya menyalahkan anak-anak. Hanya bercanda ;)

Seks lebih baik dengan seseorang yang Anda cintai

National Survey of Sexual Health and Behavior yang dilakukan Indiana University menemukan bahwa sebagian besar seks yang memuaskan, seks yang berujung pada orgasme, lebih sering dicapai oleh pria dan wanita ketika sedang berhubungan dengan pasangan romantis yang saling berkomitmen. Tampaknya gembar-gembor seks santai atau "friends with benefits” kebanyakan hanya dilebih-lebihkan.

Sumber 


Kesalahan Setelah Menikah

Kesalahan Setelah Menikah
Pernikahan adalah ikatan suci yang membawa dua orang dalam satu kebersamaan yaitu keluarga.
Sebelum menikah Anda terlalu bersemangat menunggu hari pernikahan.
Namun setelah menikah disaat hubungan mulai makin lama, Anda dan pasangan kerap tanpa sadar melakukan kesalahan yang bisa membahayakan bagi keutuhan rumah tangga Anda.
Apa saja itu, yuk, lihat beberapa kesalahan yang dibuat pasangan menikah setelah berumah tangga yang dikutip dari boldsky, Jumat (4/1).
Membahas segala hal dengan orang tua
Bahkan setelah menikah, banyak pasangan tetap mendiskusikan masalah dengan dengan orangtua. Interfensi baik dari anggota keluarga dapat menyusahkan bagi pasangan. Pasangan Anda akan merasa malu dan bisa memengaruhi kehidupan rumah tangga Anda. jadi, sebaiknya pecahkan sendiri masalah Anda tanpa melibatkan orang lain.
Masih memrioritaskan teman
Ini merupakan kesalahan umum bahwa sebagaian pasangan masih melakukannya. Nikmatilah saat-saat pribadi Anda bersama pasangan, tanpa dibagi kepada orang lain. Anda tidak boleh lupa, pasangan Anda juga perlu menghabiskan waktu bersama Anda.
Menjadi "anak mama"
Ini juga kesalahan umum yang dibuat setelah pernikahan. Banyak pasangan menikah yang bertengkar ketika ibu mertua (ibu pihak pria) campur tangan dan mendominasi memiliki anaknya. Pria yang menjadi "anak mama" biasanya hanya mendengar keterangan satu sisi saja. Jangan lupa, Anda juga harus dengar keterangan dari istri Anda, teman hidup Anda!
Tidak menghormati pasangan
Pasangan menikah harus saling menghormati satu sama lain. Meski sekarang era wanita setara dengan pria, tapi tidak berarti Anda tidak menghormati pasangan Anda.
Kurangnya keintiman
Dalam kehidupan pernikahan, banyak pasangan melakukan kesalahan dengan tidak mempertahankan kehidupan seksual secara aktif. Anda harus mengambil waktu dengan pasangan untuk kehidupan bahagia pernikahan Anda.
Keegoisan
Ini kesalahan umum yang dibuat pasangan di awal pernikahan. Anda tidak lagi harus memikirkan diri sendiri. Anda sudah menikah, punya pasangan. Jadi harus saling memikirkan satu dengan lainnya.



Sembilan Alasan Terburuk untuk Menikah

<div class="caption-credit"> Photo by: Bride and Groom</div><div class="caption-title">The Bouquet</div>Nope. Not just because flowers are pretty. In fact, the history of bouquets come from ancient times when women carried aromatic bunches of garlic, herbs and spices to ward off evil spirits. Different herbs meant different things. Sage meant wisdom, for example. Later, flowers replaced herbs and took on meanings all their own. Orange blossoms, for example, mean happiness and fertility. Ivy means fidelity; lilies mean purity.
Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan karena cinta. Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk menikah. 

Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah. Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!

1. Untuk menyenangkan orangtua 
Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.

2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal
Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.

3. Membantu teman yang kesulitan
Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.

4. Anda hamil
Mengetahui bahwa Anda hamil adalah hal yang menakutkan. Apalagi jika Anda hamil saat masih melajang, maka itu akan lebih menakutkan. Terburu-buru menikah sebelum Anda siap, bisa membuat pernikahan Anda berakhir tragis. Biasakan diri dengan peran sebagai ibu sebelum siap memikul tanggung jawab dalam pernikahan.

5. Sudah terlalu lama berpacaran
Anda mengencani seorang pria dan hubungannya berjalan lancar. Dia mencintai Anda dan semuanya baik-baik saja. Apakah Anda harus terikat dan menikah? Jika Anda belum siap maka jangan lakukan.

6. Melunasi utang
Anda memiliki banyak utang  dan tidak bisa melunasinya. Sebelum Anda menikah dengan pria yang memiliki banyak uang, pahamilah bahwa kebahagiaan pribadi tidak bisa dibeli dengan uang.

7. Karena semua orang juga menikah
Jadi, semua orang yang pernah Anda temui sudah menikah dan Anda masih melajang. Hindari perasaan tertekan dan jadilah diri sendiri. Cinta akan datang saat waktunya tiba.

8. Mewujudkan pernikahan impian
Daya tarik dari pernikahan mewah memang tidak terelakkan, namun apakah itu harga yang pantas dibayar untuk kehidupan tanpa cinta? Silahkan tanya Kim Kardashian.

9. Ingin memiliki anak

Ya, pepatah bijak berbunyi, “Awalnya cinta bersemi, lalu menikah, dan akhirnya ada bayi,” namun mungkin Anda bukan tipe gadis konvensional seperti itu.

Sumber 


Mengapa Setelah Menikah Bertambah Gemuk? Ini Jawabannya !

Menurut penelitian terbaru, semakin Anda bahagia dalam sebuah pernikahan, semakin besar juga kemungkinan Anda akan menumpuk lemak.
mengapa setelah menikah selalu bertambah gemuk
Para peneliti dari Southern Methodist University, AS, mempelajari 169 pasangan yang baru menikah selama 4 tahun. Peneliti juga mengukur berat badan mereka dan menanyakan apakah mereka puas dalam hubungan perkawinan mereka.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pasangan yang bahagia dalam pernikahan cenderung mengalami kenaikan berat badan. Sementara mereka yang tidak puas atau tidak bahagia cenderung mengalami penurunan berat badan.
“Untuk setiap peningkatan kepuasan, baik individu atau pasangan, indeks massa tubuh (BMI) juga akan meningkat rata-rata sekitar 0,12 setiap enam bulan,” ujar pemimpin peneliti Andrea Meltzer, seperti dikutip Dailymail.co.uk.
Peningkatan ini setara dengan seorang wanita yang beratnya 54 kg lalu naik setengah pound (atau 0,22 kg) setiap 6 bulan. Meski berat badan tidak langsung membesar, tetapi kenaikan ini bisa terjadi dengan periode waktu yang lama.
Meltzer menyatakan, orang-orang yang dalam pernikahannya tidak bahagia bisa mengelola berat badan lebih baik karena pikirannya terfokus pada perceraian dan ingin tampil menarik dalam mencari pasangan baru.
Namun, Meltzer mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak membuktikan sebab akibat dan keterkaitan.
Tak hanya itu, sebuah studi terbaru dari Ohio University menemukan bahwa istri cenderung menambah berat badan setelah menikah, sementara pria relatif langsing.
Hal itu dikarenakan kebanyakan wanita berhenti merawat diri untuk sang suami sesudah menikah. Ini juga sekaligus bisa menjelaskan mengapa pria umumnya bertambah berat badan jika bercerai dengan pasangannya.
“Jelas, efek transisi perkawinan pada perubahan berat badan berbeda berdasarkan gender. Perceraian untuk pria, dan pernikahan untuk wanita, mendorong peningkatan berat badan yang cukup besar, lalu menimbulkan risiko kesehatan,” kata peneliti Dmitry Tumin.
Well, bagaimana dengan Anda?

Hindari Ini Jika Sudah Menikah

Hindari Ini Jika Sudah Menikah

Bagi pria menikah tidak berarti menghentikan kebiasaan bersenang-senang dengan teman mereka. Tapi wanita umumnya membuat sebuah pernikahan menjadi penjara bagi dirinya sendiri dan mempersulit dirinya.
Sebagai wanita Anda harus pahami seperti apa kehidupan pernikahan, sehingga ada beberapa hal yang bisa Anda antisipasi sehingga tidak menyulitkan diri Anda sendiri sebelum memutuskan menikah.
Berikut hal-hal yang perlu Anda hindari jika sudah menikah agar tidak tersiksa sendiri yang dikutip dari Boldsky, Rabu (29/8).

Berhenti bersosialisasi
Ketika menikah, wanita terlalu sibuk dengan tanggung jawab. Mereka tidak mau menjaga interaksi sosial yang normal seperti mereka lakukan sebelum menikah. Padahal, Anda seharusnya tetap memiliki hubungan sosial yang aktif, ini berfungsi sebagai sistem pendukung terbaik dalam kehidupan pernikahan Anda.

Putus kontak dengan sahabat
Kebanyakan wanita memutuskan kontak dan berhenti berhubungan dengan teman-teman sekolah atau kuliah karena sibuk dengan kehidupan mereka setelah menikah. Wanita juga perlu belajar dari laki-laki dalam hal ini yang tetap mempertahankan persahabatan lama.

Memusuhi ibu mertua
Ini benar-benar kesalahan yang konyol dilakukan seorang wanita. Mencoba bersaing dengan ibu mertua Anda hanya akan sia-sia saja, Anda tidak akan pernah menang. Jadi, lebih baik menjaga hubungan baik dengannya. Selain itu, Anda mungkin perlu bantuannya dalam jangka panjang ketika Anda memiliki bayi dan ingin kembali bekerja.

Nempel suami
Jangan pernah menjadi parasit yang menempel terus pada suami Anda. Anda ingin tahu ke mana dia pergi ketika dia pulang. Biarkan dia bebas dan sendiri, dia akan mengejar Anda sepanjang hidupnya.

Mengadu kepada orangtua perihal pertengkaran Anda
Jangan pernah memberitahu tentang pertengkaran Anda dengan pasangan kepada orang tua. Kondisi ini akan membuat orang tua membuat pernilaian sendiri terhadap suami Anda. Cara terbaik adalah menutup bibir Anda, meski butuh usaha.
Apakah Anda sudah berhasil menghindari semua hal di atas?

Tanda-Tanda Belum Siap Menikah

Ketika semua teman Anda mulai menikah, selain merasa turut berbahagia untuk pasangan tersebut, akan mudah bagi Anda untuk merasa iri. Jika pasangan Anda belum juga melamar, godaan tersebut akan menyebabkan timbulnya masalah. 

Tetapi meletakkan masalah ke tangan Anda sendiri adalah hal berbahaya. Tidak ada gunanya menikah jika pasangan Anda tidak siap atau hubungan yang Anda bina itu tidak baik. Untuk membantu menghindari masalah perkawinan, berikut adalah 10 tanda Anda terlalu terburu-buru memutuskan menikah.

Anda membanding-bandingkan diri dengan pasangan lain
Ketika pasangan lain yang belum terlalu lama menjalin hubungan memutuskan untuk menikah, hal ini dapat membuat Anda merasa untuk perlu cepat-cepat menikah juga. Perbandingan semacam itu tidak berarti Anda harus terburu-buru menikah. Ingat, menikah bukanlah perlombaan. Ujian sebenarnya dari sebuah hubungan adalah bukan seberapa cepat orang menikah tapi berapa lama mereka dapat mengarungi bahtera rumah tangga setelah itu.

Menghindari berbicara tentang masa depan
Jika pasangan Anda mengelak tentang masalah pernikahan, terus menekannya tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Ia mungkin akan enggan melakukannya sama sekali jika Anda menekannya. Mengubah subjek pembicaraan, membelokkan pertanyaan dan kurangnya antusiasme adalah tanda-tanda seseorang yang didorong terlalu jauh dan terlalu cepat untuk menikah.

Pernikahan tidak praktis
Tidak hanya pernikahan yang membutuhkan biaya, cincin pertunangan juga. Tidak ada gunanya memberikan cincin pertunangan jika Anda dan pasangan Anda mengalami masalah keuangan. Menekan mereka untuk berlutut melamar Anda hanya akan menghasilkan stres dan ketegangan. Tunggu sampai Anda benar-benar siap untuk menikah sebelum berbicara tentang lonceng pernikahan.

Anda lebih ingin upacara pernikahan daripada hubungan pernikahan itu sendiri
Menikah, tidak diragukan lagi memang menyenangkan: Anda terlihat menakjubkan, Anda menjadi pusat perhatian, Anda akan mendapatkan pujian dan hadiah. Tapi ingatlah pernikahan adalah untuk seumur hidup Anda, bukan hanya sehari. Jika Anda lebih menyukai upacara pernikahan daripada hubungan itu sendiri, maka Anda jelas tidak siap untuk menikah.

Anda terlalu tergila-gila merencanakan pernikahan
Apakah Anda merasa sulit untuk tidak memikirkan pernikahan Anda, meskipun tidak pernah ditanyai tentang masalah pernikahan? Jika pikiran Anda terus melayang merencanakan tentang berat tubuh ideal yang harus Anda capai saat menikah nanti maka Anda perlu mengambil napas dalam-dalam dan mencari hobi yang baru.

Anda menyalurkan keinginan orang lain
Menekan kekasih Anda untuk segera menikahi Anda saja sudah cukup buruk, namun membujuk mereka berjalan menyusuri altar hanya demi menyenangkan orang lain itu jauh lebih buruk. Ingat ini bukan masalah soal ibu, nenek, sahabat atau tetangga sebelah Anda yang menganggap sudah saatnya Anda untuk menikah. Perasaan Anda dan pasangan Anda yang lebih penting.

Anda belum pernah mendiskusikan pertanyaan besar tentang pernikahan
Jika Anda membangun kehidupan dengan seseorang, Anda hanya dapat berhasil melakukannya jika Anda memiliki tujuan yang sama. Jika Anda menikah namun baru mengetahui bahwa pasangan Anda tidak setuju pada suatu pemikiran Anda yang mendasar bisa menjadi bencana dalam kehidupan pernikahan. Jika Anda belum membahas isu-isu besar seperti anak-anak dan di mana Anda akan tinggal, maka jelas terlalu dini untuk memutuskan menikah.

Pernikahan bukanlah prioritas
Jika pasangan Anda belum siap menikah, itu tidak selalu berarti kegagalan total. Mungkin ada alasan yang baik untuk menunggu, mungkin mengejar karier terlebih dahulu adalah ide yang lebih baik. Jika keadaannya seperti itu, bersiaplah membicarakan hal itu, menciptakan dasar yang kokoh untuk kehidupan pernikahan bukanlah ide yang buruk dan mungkin akan menggambarkan seberapa serius pasangan Anda ingin menjalin pernikahan dengan Anda.

Anda memaksakan masalah 
Fakta Anda mencoba untuk menjadi penanggungjawab penuh pernikahan adalah sama sekali bukan pertanda baik. Hubungan yang terbaik dan paling sukses adalah hubungan yang memerlukan sedikit usaha. Ini mungkin klise tapi benar adanya. Tekanan apapun pada pasangan Anda mungkin terlalu berat. Jika itu memang sudah takdirnya terjadi, maka itu akan terjadi.

Anda tidak harus menikah

Hubungan modern menawarkan kebebasan yang jauh lebih banyak daripada di masa lalu, ketika pernikahan adalah suatu keharusan untuk hidup bersama. Sekarang ini mungkin ada tuntutan lain daripada hal tersebut untuk menjalin hubungan jangka panjang. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda benar-benar harus menikah. Apakah pernikahan akan memperkuat hubungan Anda atau itu hanya akan menyebabkan stres dan beban? Jika jawabannya adalah yang terakhir, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk tidak menikah, setidaknya untuk saat ini.

Kisah sukses PSK yang alih profesi

Rebecca Dakin: Sukses Jadi Konsultan Perkawinan Setelah Tiduri 1.000 Lelaki

Rebecca Dakin: Sukses Jadi Konsultan Perkawinan Setelah Tiduri 1.000 Lelaki

Siapa yang mengira jika konselor perkawinan yang telah menerbitkan sebuah buku berjudul The Girlfriend Experience adalah mantan seorang perempuan penghibur? Rebecca Dakin, perempuan berusia 37 tahun ini bekerja sebagai perempuan penghibur selama 9 tahun hingga akhirnya ia berhenti dan memulai karir sebagai Relationship and Sex & Intimacy Expert sekitar 3 tahun lalu.

Rebecca mengaku selama 9 tahun bekerja sebagai perempuan penghibur, ia telah tidur bersama hampir 1.000 orang laki-laki. Rebecca mulai bekerja sebagai perempuan penghibur ketika ia berusia 25 tahun. Gagal menyelesaikan kuliah, putus asa bekerja dengan bayaran kecil, dan Rebecca pun berpikir bahwa menjual diri adalah jalan satu-satunya yang bisa ia tempuh untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Rebecca pun mengatakan semuanya pada orangtuanya. Bahkan, orangtuanya mengantar Rebecca saat ia akan menemui klien pertamanya.
“Saya mengatakan apa yang ingin saya lakukan orangtua saya. Mereka kecewa dan putus asa menghadapi saya namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena menganggap saya telah dewasa,” ujar Rebecca pada sebuah media.
Dari sekian banyak pengalamannya tidur dengan laki-laki, Rebecca mengaku bahwa klien yang paling ia sukai adalah seorang lelaki berusia 70 tahun. “Ia adalah seorang pengusaha London yang bisa menghabiskan ribuan poundsterling untuk membelikan perhiasan dan baju untuk saya. Sebenarnya saya dan lelaki itu jarang berhubungan intim, dia hanya perlu teman karena istrinya menolak tidur seranjang dengannya dengan alasan ia selalu mendengkur setiap tidur,” Rebecca bercerita.
Akhirnya, setelah 9 tahun berpetualang dari satu lelaki ke lelaki lain, Rebecca bertekad untuk berhenti dan ia yakin ada pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang selain menjual diri. Rebecca pun menjadikan pengalamannya sebagai perempuan penghibur sebagai modal utama untuk memulai karir sebagai penasihat pernikahan. Karena, menurut Rebecca sekitar 60% kliennya adalah lelaki yang telah berkeluarga atau memiliki pasangan dengan alasan tidak mendapatkan kepuasan seksual di rumah.
“Saya hanya ingin membantu orang mempertahankan hubungan mereka. Pengetahuan yang saya miliki datang dari pengalaman saya. Sekitar 60% klien saya sudah berumah tangga dan ini tentunya memberikan saya pengalaman dan sudut pandang berbeda tentang ‘cara kerja dan apa yang diinginkan oleh laki-laki’. Bertahun-tahun saya mendengarkan para lelaki itu bercerita tentang penyebab kegagalan hubungan mereka dan mengapa mereka akhirnya tidur dengan perempuan lain. Memang ada berbagai alasan seorang laki-laki selingkuh dengan perempuan lain, tapi tentu ada satu alasan yang menjadi alasan paling umum,” Rebecca menjelaskan.
Kini, Rebecca telah menjalani profesi sebagai konsultan perkawinan sekitar 3 tahun. Kamu harus merogoh kocek sekitar Rp2.000.000,-/ jam atau Rp11.200.000,-/ sesi jika ingin melakukan konsultasi dengan penulis buku Why Husbands Stray. Rebecca mengatakan kehidupan seksual adalah faktor umum yang membuat lelaki mencari perempuan lain.
“Berbeda dengan perempuan yang bisa memisahkan cinta dan seks, laki-laki adalah makhluk seksual. Kebanyakan laki-laki yang tidur dengan saya mengatakan bahwa mereka masih mencintai kekasih dan istri mereka, mereka mencari perempuan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa mereka dapatkan dari pasangan mereka. Mayoritas dari mereka merasa tidak diinginkan dan ditolak saat pasangan mereka menolak untuk berhubungan seksual. Jadi, ketika pasanganmu tidak mengeluh saat kalian sudah tidak berhubungan seksual dalam waktu cukup lama, itu artinya kamu harus berhati-hati,” perempuan yang mengaku terinspirasi oleh tokoh Vivian dalam Pretty Woman menjelaskan.
Sembilan tahun tidur dengan berbagai macam lelaki pun mengajari Rebecca untuk berpikir sebagai lelaki. Karena itulah Rebecca tidak sepenuhnya menyalahkan para lelaki yang berselingkuh dengan perempuan lain. Rebecca mengatakan bahwa umumnya para lelaki mengatakan rasa ketidakpuasan mereka pada pasangan, namun sayang pasangan mereka tidak memberikan respon positif. Dan inilah yang menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan.
“Apa yang membuat saya mencintai pekerjaan saya saat ini? Karena saya bisa menyelamatkan banyak hubungan dari perselingkuhan. Bahkan, saya bisa mencegah terjadinya perselingkuhan,” ujar mantan karyawan travel agent ini. Bagaimana pendapatmu tentang teori perselingkuhan dalam pernikahan yang diutarakan oleh Rebecca, Fimelova?